Reticulum endoplasma mempunyai fungsi dalam berbagai sintesis seperti
sintesis protein, dapat ditemukan pada sel eukariotik dan memiliki struktur
yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi
retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma
(RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum
endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.
(kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari
bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Gambar 1. Posisi RE dan bagian RE Kasar dan Halus
Pada bagian bagian Retikulum endoplasma tertentu terdapat ribuan ribosom.
Ribosom merupakan tempat dimana proses pembentukan protein terjadi didalam sel.
Bagian ini di sebut Retikulum Endoplasma Kasar atau
REK ( Rough endoplasmic reticulum ) yang mengisolir dan membawa protein
tersebut kebagian lainnya. Sedangkan reticulum endoplasma yang tidak diselimuti
oleh ribosom disebut Retikulum Endoplasma Halus atau REH (
smooth endoplasmic reticulum ) untuk membentuk lemak dan steroid.
Untuk hal demikian ini semua sel eukariotik memiliki organel yang disebut
dengan Retikulum Endoplasma “Endoplasmic Reticula”. Dalam hal ini Retikulum
Endoplasma merupakan bagian sel yang terdiri atas sistem membran. Di sekitar
Retikulum Endoplasma terdapat bagian sitoplasma yang disebut dengan sitosol.
Retikulum Endoplasma sendiri terdiri atas ruangan-ruangan kosong yang ditutupi
dengan membran dengan ketebalan sekitar 4 nm “nanometer atau sekitar 10-
meter”. Retikulum endoplasma dibangun dari selaput yang membatasi ruangan
dengan berbagai bentuk. Ruangan disebut sisterna, setiap sisterna
beserta selaputnya sebagian besar saling berhubungan membentuk suatu jala.
Bangun ini khas eukariot.
Retikulum endoplasma hanya dapat terlihat dengan pengamatan mikroskop
electron. Setelah fiksasi dengan osmium tetraoksida, terlihat bahwa selaput
reticulum endoplasma serupa dengan sel tetapi berukuran lebih tipis sekitar 50
– 60 °A. (Issoegianti dan Wibisono, 1990:62 ).
Retikulum Endoplasma merupakan bagian sel yang terdiri atas sistem membran.
Di sekitar Retikulum Endoplasma adalah bagian sitoplasma yang disebut sitosol.
Retikulum Endoplasma sendiri terdiri atas ruangan-ruangan kosong yang ditutupi
dengan membran dengan ketebalan 4 nm (nanometer, 10-9 meter).
Membran ini berhubungan langsung dengan selimut nukleus atau nuclear
envelope. Pada bagian-bagian Retikulum Endoplasma tertentu, terdapat ribuan
ribosom atau ribosome. Ribosom merupakan tempat dimana proses
pembentukan protein terjadi di dalam sel. Bagian ini disebut dengan Retikulum
Endoplasma Kasar atau Rough Endoplasmic Reticulum. Kegunaan
daripada Retikulum Endoplasma Kasar adalah untuk mengisolir dan membawa protein
tersebut ke bagian-bagian sel lainnya. Kebanyakan protein tersebut tidak
diperlukan sel dalam jumlah banyak dan biasanya akan dikeluarkan dari sel.
Contoh protein tersebut adalah enzim dan hormon.
Sedangkan bagian-bagian Retikulum Endoplasma yang tidak diselimuti oleh
ribosom disebut Retikulum Endoplasma Halus atau Smooth Endoplasmic
Reticulum. Kegunaannya adalah untuk membentuk lemak dan steroid. Sel-sel
yang sebagian besar terdiri dari Retikulum Endoplasma Halus terdapat di
beberapa organ seperti hati. Pengertian lain menyebutkan bahwa RE sebagai
perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau
lubang seperti tabung di dalam sitoplsma.
Pengertian Retikulum Endoplasma ( RE )
Retikulum berasal dari kata reticular yang berati anyaman benang atau jala.
Karena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma) dan karena
strukturnya sebagian anyaman dan untuk sebagian besar terdapat dalam
endoplasma. Dengan ditemukannya Retikulum Endolplasma ini sebuah sel tidak lagi
dapat di anggap sebagai kantong yang berisi enzim, RNA, DNA, dan
larutan-larutan bahan yang dibatasi oleh membran luar seperti pada bakteri yang
primitif.
Banyak rongga-rongga yang dibatasi oleh membran yang bertanggung jawab atas
fungsisel yang vital, di antaranya pemisahan dan himpunan sistem enzim. Dan
maka dari itu disebut disebut sebagai Retikulum Endoplasma (disingkat RE).
Retikulum Endoplasma (RE) adalah organel yang dapat ditemukan pada semua sel
eukariotik baik sel hewan atau pun sel tumbuhan.
Membran ini berhubungan langsung dengan selimut nukleus “nuclear envelope”,
sebagai suatu bagian sel yang terdiri atas sistem membran, Retikulum Endoplasma
memiliki beberapa fungsi penting yaitu:
- Untuk
mendukung sintesisi protein dan menyalurkan bahan genetika antara inti sel
dengan sitoplasma.
- Sebagai
alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri.
- Menjadi
kalsium akan dikeluarkan dari Retikulum Endoplasma untuk selanjutnya
menuju ke sitosol.
- Memodifikasi
protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan kekompleks golgi dan
akhrinya dikeluarkan dari sel, untuk fungsi ini bisa diberikan oleh
Retikulum Endoplasma.
- Mensintesis
lemak dan kolestrol yang terjadi di hati, fungsi ini dapat diberikan oleh
Retikulum Endoplasma kasar dan halus.
- Menetralkan
racun “detoksifikasi” pada Retikulum Endoplasma yang terdapat di sel-sel
hati.
- Menjadi
sarana transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel
yang lain. Untuk fungsi ini dapat diberikan oleh Retikulum Endoplasma
kasar dan halus.
Karakteristik Retikulum Endoplasma
Yang pada bagian-bagian Retikulum Endoplasma tertentu, terdapat ribuan
ribosom yang merupakan tempat di mana proses pembentukan protein terjadi di dalam
sel. Bagian ini disebut dengan Retikulum Endoplasma Kasar “Rough Endoplasmic
Reticulum”, kegunaan dari Retikulum Endoplasma Kasar ialah untuk mengisolir dan
membawa protein tersebut ke bagian-bagian sel lainnya. Kebanyakan protein
tersebut tidak diperlukan sel dalam jumlah banyak dan biasanya akan dikeluarkan
dari sel. Contoh protein tersebut ialah enzim dan hormon.
Gambar 2. Karakteristik RE
Bagian-bagian Retikulum Endoplasma yang tidak diselimuti oleh ribosom disebut
dengan Retikulum Endoplasma Halus “Smooth Endoplasmic Reticulum”, kegunaan
Retikulum Endoplasma Halus ialah untuk membentuk lemak dan steroid, sel-sel
yang sebagian besar terdiri dari Retikulum Endoplasma Halus terdapat di
beberapa organ seperti hati. Retikulum endoplasma memiliki struktur yang
menyerupai kantung berlapis-lapis, kantung ini disebut dengan cisternae. Dan
Retikulum Endoplasma merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga
Retikulum Endoplasma terdapat pada lebih dari separuh dari total membran dalam
sel-sel eukariotik.
Jenis Retikulum Endoplasma
Ada beberapa jenis retikulum endoplasma yang diantaranya yaitu:
- Retikulum
Endoplasma Kasar
Yang merupakan jenis retikulum endoplasma yang bertekstur kasar karena di
permukaannya terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini
berperan dalam sintesis protein. Itulah sebabnya fungsi utama retikulum
endoplasma kasar ialah sebagai tempat sintesis protein.
- Retikulum
Endoplasma Halus
Yang merupakan kebalikan dari tekstur retikulum endoplasma kasar karena
permukaan dari jenis retikulum endoplasma ini ialah halus dengan tidak adanya
bintik-bintik ribosom. Retikulum endoplasma halus ini memiliki fumgsi dalam
beberapa proses metabolisme yakni sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan
konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan dan tempat melakatnya reseptor
pada protein membran sel.
- Retikulum
Endoplasma Sarkoplasmik
Yang merupakan jenis khusus dari retikulum endoplasma halus yang ditemukan
pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan retikulum endoplasma
sarkoplasmik dari retikulum endoplasma halus ialah kandungan proteinnya, yang
dimana retikulum endoplasma halus mensintesis molekul. Dan sementara retikulum
endoplasma sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium, retikulum endoplasma
sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.
Sitoplasma sel hewan dan tumbuh-tumbuhan ditembusi oleh sistem membran yang
kompleks dan membentuk satu kesatuan fungisional yang erat. Organel ini
dikemukakan untuk pertama kalinya oleh Porter dkk, dalam tahun 1945. Organel
tersebut merupakan bangunan yang berbentuk ruangan-ruangan yang berdinding
membran dan salimg berhubungan yang berbentuk anyaman. Masing masing ruangan
mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda beda, sehingga dapat terbagi menjadi
tiga bagian yaitu :
- Sisternae : berbentuk seperti ruangan gepeng atau kantung pipih yang
terkadang tersusun berlapis lapis dan saling berhubungan.
- Vesicular : bentuknya seperti kantung tertutup
- Tubular : bentuk pembuluh sebagai pipa pipa kecil yang berhubungan erat
dengan gerak membrane.
Bentuk Mikroskopis Retikulum Endoplasma
Reticulum endoplasma mempunyai fungsi yang bervariasi, hal ini menyebabkan
adanya variasi secara morfologis. Ada dua macam reticulum endoplasma sebagai
berikut :
Retikulum
endoplasma kasar ( REK )
Retikulum endoplasma dimana pada membrannya yang menghadap sitosol
ditempeli ribosom. ( Gambar ) , berfungsi untuk sintesis protein yang
selanjutnya protein tersebut akan ditranslokasikan kedalam reticulum
endoplasma. Di dalam reticulum endoplasma protein tersebut akan diglikosilasi
dengan menambahkan oligosakarida ( berisi kurang lebih 14 residu gula ) kepada
protein. Sehingga terbentuk glikoprotein, selanjutnya akan ditranspor ke badan
golgi, lisosom, membrane plasma. Jadi peran RE dalam hal ini sebagai glikolisasi
protein bukan sintesis protein.
Ketika mulai digunakan mikroskop elektron, ditemukan bahwa sitoplasma
hampir semua sel-sel (kecuali pada eritrosit matang) berisi suatu sistem membran
pembatas ruangan yang dikatakan suatu organel baru ang disebut retikulum
endoplasma. Ruangan-ruangan itu membentuk anastomosis(anastomosis, sari
anastomoo= melengkapi dengan mulut) jala-jala tubulus yang bercabang atau
kantung ynag lebih gepeng disebut sisterna. Sering tersusun sejajar. Sebagaian
retikulum endoplasma mungkin dalam bentuk vesikel kecil yang terpisah.
RE kasar Merupakan Tempat Penggabungan Protein Membran Integral dan
Lipid Membran. Diduga diduga bahwa molekul protein membrane integral dan
molekul glikoprotein tertanam ke dalam membrane RE kasar dengan cara yang sama,
kecuali bahwa bukannya menembus membrane , melainkan hanya meluas untuk
sebagian saja. Dalam hal molekul transmembran yang sangat panjang, sebagian
molekul mula-mula terjulur ke dalam lumen RE kasar dan kemudian kelaur lagi
sebelum memasukinya lagi., secara bolak-balik melalui lapis (bilaminar) lipid
membran dengan cara yang lebih mejemuk daripada menjahit.
Fospolipid membran dan kolesterol juga tergabung dalam RE kasar. Daerah
sitoplasma yang basofil yang tampak dengan mikroskop cahaya yaitu ergastoplasma
atau zat kromofilik, dengan mikroskop elektron ternyata adalah kelompokan
retikulum endoplasma. Basofilia yang khas ini disebabkan oleh sejumlah besar
partikel-partikel kecil dari ribonukleoprotein (RNP) disebut ribososm, yang
melekat keluar permukaan membran, sesuai dengan istilah retikulum endoplasma
kasar.
Elemen karakteristik dari reticulum endoplasma kasar adalah berupa lembaran
tipis yang terdiri dari 2 membran bersatu pada bagian tepi masing masing dan
dibatasi oleh suatu cavite berbentuk kantongyang aplatis ( sakulus ). Letak dan
jumlah dari sakulus bervariasi, tergantung pada jenis sel dan fungsi
aktifitasnya.
Retikulum endoplasma halus ( REH )
Merupakan reticulum endoplasma yang membrannya tidak ditempeli ribosom. REH
ini banyak terdapat pada sel yang terutama berfungsi untuk metabolism lemak,
misalnya sel sel yang mensintesis hormon steroid dari kolestrol yang terjadi
pada sel sel adrenal bagian korteks. RE halus berfungsi dalam beberapa
proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan
konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor
pada protein membran sel.Retikulm endoplasma halus berfungsi dalam
berbagai macam proses metabolisme, termasuk sintesis lipid, metabolisme
karbohidrat, dan menawarkan obat dan racun yang larut dalam air.
Didalam reticulum endoplasma halus juga terdapat reticulum endoplasma
sarkoplasmik. RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE
sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE
sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis
molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE
sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.
Fungsi reticulum endoplasma
Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom.
Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah
sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak
memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam
beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan
konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor
pada protein membran sel.
Gambar 3. Kerja holistik RE dengan aparatus golgi
RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini
ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari
RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara
RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan
dalam pemicuan kontraksi otot. RE kasar dan RE halus bersama-sama berfungsi
transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain.
Fungsi retikulum endoplasma antara lain untuk sintesis lipid, lemak,
fosfolipid, dan steroid; mengatur metabolisme karbohidrat dan menghancurkan
racun dan obat-obatan di dalam sel hati; dan menyimpan ion kalsium yang penting
untuk kontraksi otot. Selain itu, retikulum endoplasma juga memiliki fungsi
khusus, diantaranya:
1. Detoksifikasi
Retikulum endoplasma selain mngnadung enzim untuk sintesa lipid juga
mengandung enzim detoksifikasi obat-obatan dan metabolit yang tidak larut dalam
air. Enzim yang berperan dalam detoksifikassi adalah sitokrom P450. Adanya
enzim ini menjadikan obat-obatan yang tidak larut air menjadi larut dalam air
melalui serangkaian proses kimia sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh lewat
urine.
2. Sintesis lipida
Pada membran retikulum endoplasma menghasilkan hampir semua macam lipida
yang dibutuhkan untuk pembentukan membran yang meliputi fosfolipida dan
kolesterol. Fosfolipida yang dihasilkan akan angkut oleh vesikel transpor ke
membran sel, membran aparatus golgi, dan membran pada lisosom. Sedangkan
fosfolipida untuk membran organel yang lain dibawa oleh proetin transfer
fosfolipid.
3. Menghasilkan
seramida
Membran retikulum endoplasma menghasilkan seramida yang akan dibawa ke
aparatus golgi sebagai bahan baku untuk sintesis gliko sfingolipid.
Struktur dan Komposisi Membran
- Struktur
membran reticulum endoplasma
Pada umumnya membrane RE merupakan model mozaik cair yang terdiri dari
lipid dan protein. Perbedaannya dengan membrane plasma dari ketebalannya,
membrane RE lebih tipis dari membrane plasma. Retikulum Endoplasma sendiri
terdiri atas ruangan-ruangan kosong yang ditutupi dengan membran dengan
ketebalan 4 nm (nanometer, 10-9 meter). Membran ini berhubungan langsung dengan
selimut nukleus atau nuclear envelope. Rasio protein terhadap lemak lebih
tinggi dan konsentrasi kolestrol lebih rendah dari membrane plasma. Jumlah
protein yang lebih besar menyebabkan strukturnya lebih stabil dari membrane
plasma, oleh sebab itu RE mempunyai sifat yang kurang cair.
Retikulum endoplasma Sebagian sel eukariotik mengnndung retikulum
endoplasma tetapi perlu kita ketahui bahwa jumlah maupun jenisnya bervariasi .
misalnya, pada pankreas lebih banyak mengandung retikulum endoplasma kasar, sedangkan
pada sel-sel epitel sebagian besar kandungannya adalah retikulum endoplasma
halus. Jumlah total pada beberapa sel berbeda pada sel-sel pankreas misalnya
sangat rapat dengan retikulum endoplasma, sedangkan pada sel-sel tumbuhan
tingkat tinggi hanya sedikit. Jumlah total dan proporsi retikulum endoplasma
kasar dan retikulum endoplasma halus berubah-ubah bergantung pada keadaan
metabolisme sel.
Sebagai organel yang termasuk pada sistem membran, dibandingkan dengan
membran sel, maka membran retikulum endoplasma relatif lebih tipis. Hal
ini disebabkan karena adanya perbedaan komposisi molekulnya. Pada membran
retikulum endoplasma kandungan proteinnya lebih tinggi daripada lipidnya bila
dibandingkan dengan dengan membran sel, sehingga menyebabkan membran retiukulum
endoplasma sifatnya lebih stabil dan kental.
- Komposisi
kimia
Selaput Retikulum Endoplasma dari analisis kimia diperoleh bahwa, selaput
retikulum endoplasma terdiri atas lipida 30% dan protein 70%. Lipida sebagian
besar berupa fosfatidilkolin. Selaput retikulum endoplasma mengandung lebih
sedikit glikolipida dan kolesterol daripada selaput sel. Sedangkan protein
selaput retikulum endoplasma umumnya adalah berupa glikoprotein dengan berat
molekul (BM) sekitar 10.000-20.000 dalton.
Dengan teknik patah-beku dan sitokimia dapat diketahui bahwa babarapa
diantara protein tersebut merupakan enzim dan rantaian pemindahan elektron.
Enzim yang terdapat di selaput retikulum endoplasma sangat bervariasi, antara
lain glukosa-6-fosfatase atau nukleosida fosfatase dan kosiltransferase.
Glukosa-6-fosfatase atau nukleosida fosfatase yaitu enzim yang berperan dalam
metabolisme asam lemak, sintesis fosfolipida dan steroida. Sedangkan
kosiltransferase yaitu enzim yang berperan dalam sintesis glikolipida dan
glikoprotein.
Isi lumen retikulum endoplasma (RE) merupakan cairan yang mengandung
sejumlah holoprotein, glikoprotein dan lipoprotein. Kandungan lumen RE ini
sangat bervariasi seiring dengan jenis sel dan keadaan fisilogis sel tersebut.
Misalnya RE plasmosit (sel plasma) berisi imunoglobulin, RE fibroblas berisi
rantaian protokolagen dan enzim-enzim hidrolase.
- Enzim
enzim pada RE
Hasil analisis kimia membran retikulum endoplasma terdapat enzim-enzim dan
rantai molekul-molekul pembawa electron. Berikut ini tabel dari jenis enzim
secara terperinci
Banyaknya enzim hidroksilase dalam membran RE menyebabkan hidroksilasi.
Hidroksilasi yang terjadi pada membran sel RE seanding dengan keampuan sel
dalam fungsi anabolik dan protektif. Dalam kaitannya dengan fungsi anabolik dan
protektif membran RE mampu mengubah zat toksik menjadi lebih hidrofil sehingga
menjadi lebih mudah disekresikan.
Enzim yang paling banyak pada RE adalah sitokrom P-450 yang terdapat
sebanyak 10% dari protein mikrosom. Enzim-enzim dalam RE mempunyai induktor
untuk pengaktifannya. Induktor itu antara lain adalah 3-metil kolantrene,
anaftofalfon, fenobarbital, dan dioxin (2-3-7-8tetrakioro dibenzo-p-dioxin).
Contoh mekanisme induksi yang dilakukan zat-zat y=tersebut pada enzim RE adalah
sebagai berikut: jika fenobarbital diberikan maka aktivitas enzim pada RE kasar
akan berubah. Aktivitas sitokrom p450 reduktase akab meingkat demikian juga
dengan sitokrom B5 juga meningkat meskipun sedikit. Sementara itu akrivotas
glukosa-6-fosfatase, ATPase, dan NADH sitokrom B5 reduktase aktivitasnya justru
akan meurun.
Hubungan antara REK dan REH
Jika dilihat dari uraian dan pengamatan, terdapat perbedaan fungsi antara
REK dan REH. Hubungan antara REK dan REH merupakan objek penelitian sejak lama.
Secara morfologi berbeda satu sama lain tetapi dalam percobaan kimia
fenobarbital mempunyai pengaruh untuk mengembangkan membrane RE. prosesnya
terjadi dalam dua tahap yaitu pertama terjadi perkembangan REK dan kemudian
REH. Jadi kesimpulannya REH berasal dari REK. Tugas sesungguhnya dari REH ialah
menetralkan sifat racun fenobarbital ( detoksifikasi ).
Bukti menunjukan hubungan fungsional REK dan REH mempunyai banyak protein
membrane yang sama. Pada REK terdapat dua macam membrane protein yang
disebut riboforin yang mempunyai berat molekul sekitar 63.000
dan 65.000 Dalton. Salah satu fungsi dari protein ini sebagai tempat melekatnya
ribosom pada membrane.
Hidroksilasi pada RE
Kemampuan membrane RE untuk menghidroksilasi suatu substrat memberi
kemampuan kepada sel dalam fungsi anabolic dan protektif. Secara anabolic
berfungsi dalam sintesis kolestrol, hormone hormon steroid dan asam asam
empedu. Dalam reaksi reaksi kimianya RE sering bekerja sama dengan mitokondria.
Secara protektif, dapat mengubah bahan bahan yang bersifat toksik (xenobiotik)
baik materi endogen atau eksogen menjadi lebih hidrofil sehingga mudah larut
dalam air yang siap untuk diekresikan. Diantara materi materi tersebut ialah
obat obatan, insketisida, anastetik, bahan bahan yang berasal dari minyak bumi
dan karsinogen. Reaksi kimianya berupa hidroksilasi aromatic, alifatik,
N-Dealkilasi, O-Dealkilasi, deaminasi, sulfosidasi dan N-oksidasi. Dengan
demikian retikulum endoplasma berperan dalam mendetoksifikasi berbagai
bahan-bahan toksik yang terdapat di dalam sel.
Metabolisme Sterol
Reticulum endoplasma mengandung beberapa enzim penting untuk sintesa
kolestrol. Kolestrol merupakan bahan penting untuk pembentukan hormone hormone
steroid dan asam empedu. Sintesis kolestrol sangat kompleks yang melibatkan
enzim enzim yang larut dalam sitoplasma dan enzim enzim yang terikat pada
membrane.
Hormone hormone steroid disentesis pada kelenjar adrenal bagian korteks,
ovarium, testis dan plasenta. Sintesis kolestrol terjadi didekat dan pada RE,
sedangkan hormone steroid diproduksi dengan enzim enzim yang sebagian berada
pada mitokondria dan sebagian lagi pada RE. karena itu metabolit metabolit yang
penting dalam proses biosintesa hormone steroid harus keluar masuk mitokondria
melalui membrane mitokondria.
Dalam metabolism karbohidrat RE memegang peranan penting dalam sintesis
glikoprotein. Selain itu juga terlibat dalam menjaga keseimbangan gula darah.
Glukosa 6-fosfatasa merupakan enzim RE yang integral, yang merupakan
glukoneogenik fosfohidrolasa sebagai katalisator pelepasan glukosa dari bentuk
yang mengandung fosfat dalam hati. Jadi berperan dalam memelihara keseimbangan
kadar glukosa pada darah.
1. Rika Andrianti
2. Hosiana Patricia Sheren3. Emilasita
4. Heraldus Ivo Arinendo Nainggolan
5. Rosi Engelina
6. Fransiska Enniliati
7. Nunung Muharamawati
8. Eva Elma Marissa
Slide PPT dikirim melalui via surat elektronik rikhsan.kurniatuhadi@fmipa.untan.ac.id pada hari MINGGU.




Komentar
Posting Komentar