Oleh: Rikhsan Kurniatuhadi*
NIM.1402011140006
*Magister Biologi ,
Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah
Struktur dan Topologi Protein β-Barrel
Membran Luar Mitokondria
Mitokondria merupakan salah satu organel
sel eukariotik yang memiliki sistem membran ganda. Becker
et al. (2009) menyatakan bahwa mitokondria
dikelilingi oleh dua sistem membran yang berbeda, yaitu membran luar (outer membrane) dan membran dalam (inner
membrane). Kedua membran ini memiliki
perbedaan dalam aspek topologinya (Habib, 2006).
Gambar 1. Topologi protein dari membran luar mitokondria (Sumber: Habib,
2006).
Membran
luar mitokondria memiliki kumpulan protein yang bervariasi dalam hal fungsi, diantaranya
adalah protein yang berfungsi sebagai gerbang import zat, komponen mesin
translokasi protein yang mengatur peristiwa translokasi zat, enzim yang
berfungsi dalam biosintesis lipid, dan komponen lain yang mengatur perakitan
dan morfologi dari organel tersebut. Beberapa kelompok dari jenis protein yang
mendukung fungsi tersebut adalah (Habib, 2006): (a) protein reseptor (Tom20,
T0m70); (b) tail-anchored protein
(Tom5, Bcl-2, dan Fis1), dimana protein penangkap sinyal dan tail-anchored protein merupakan tipe
dari protein α-heliks (Becker et al., 2009);
(c) protein Fzo1; (d) dan protein β-Barrel
(porin, Tom40, Tob55, dan Mdm10) (Gambar 1.). Komponen-komponen protein
struktural tersebut membuat membran luar mitokondria pada umumnya berfungsi
dalam pertukaran zat, komunikasi pada sitosol, dan pengaturan morfologi dan
topologi membran itu sendiri (Becker et
al., 2009).
Salah satu protein yang terdapat pada membran
luar mitokondria adalah kelompok protein β-barrel Mitochondrial β-Barrel
Outer Membrane Proteins (MBOMPs). Protein ini merupakan protein yang
tersusun oleh struktur lembaran beta yang bersifat ampifatik dan antiparalel
dengan bentuk seperti silinder yang melintasi atau tertanam pada membran lipid
bilayer (Paschen et al., 2005).
Jumlah lembaran beta penyusun protein bervariasi dari 8 sampai 22 helai dengan
rata-rata asam amino penyusun struktur lembaran beta terdiri dari 8-11 residu
asam amino. Pada saat ini terdapat empat jenis protein yang merupakan kelompok
dari Mitochondrial β-Barrel Outer Membrane Proteins (MBOMPs)
yakni Tom40, Sam50 (Tobb55), porin/VDAC (voltage-dependent
anion-selective channel), dan Mdm10 (Gentle et al., 2004).
Gambar
2. Struktur tiga dimensi protein β-barrel membran
luar mitokondria (Sumber:
Welther et al., 2009).
Kelompok
protein β-barrel ini tidak hanya terdapat pada membran mitokondria saja, tetapi
juga terdeteksi pada membran organel kloroplas dan membran plasma bakteri
Gram-negatif. Kehadiran protein ini pada kedua organel tersebut serta
komparatif terhadap protein β-barrel mencerminkan asal-usul evolusi kedua
organel tersebut. Teori evolusi endosimbiosis menyatakan bahwa mitokondria yang
berasal dari endosimbion antara a-proteobacterium
aerobik dan kloroplas dari cyanobacterium
fotosintetik terhadap sel eukariota awal (Paschen et al., 2005).
Mekanisme Import Protein β-Barrel di Membran Luar
Mitokondria
Sebagian besar ekspresi protein struktural membran mitokondria
berasal dari pekursor yang disintesis di sitosol. Pfanner et al. (2004) menyatakan bahwa lebih dari 98% protein mitokondria
dikode oleh gen nuklear dan disintesis sebagai prekursor protein oleh polisom
sitosol. Oleh karena itu, prekursor dari protein-protein yang akan menyusun
membran mitokondria tersebut harus diimpor ke dalam mitokondria (Čeleketić, 2008), termasuk salah satunya
adalah kelompok protein β-barrel yang menyusun membran luar mitokondria (Ryan,
2004).
Proses translokasi prekursor protein β-barrel dari
sitosol ke ruang intermembran melalui gerbang internal (gate internal pore) tidak menggunakan energi yang berasal dari ATP,
melainkan melalui binding-chain process.
Berdasarkan hipotesis binding-chain
tersebut, translokasi perkursor tejadi
ketika suatu sinyal dari prekursor protein berinteraksi dengan beberapa reseptor melalui peristiwa peningkatan afinitas (Paschen et al., 2005).
Suatu sinyal peptidase yang membantu dalam mengarahkan prekursor protein β-barrel dari sitosol ke membran mitokondria pada proses
post-translasional sering disebut dengan targeting signal sequence. Sekuens ini
merupakan sebuah heterodimer dengan subunit 32-kDa dan
30-kDa (Hachiya et al., 1993 dalam Pfanner et al., 1997). Sekuens tersebut berupa sekuens N-terminal (N-terminal sequences) yang disusun oleh
sekitar 15-30 residu asam amino bermuatan positif (Gambar 3.) (Horwich, 1990 dalam Pfanner et al.,
2004).
Gambar 3. Targeting signal post-translasional mitokondria
(Sumber: Paetzel et al., 2002).
Proses translokasi prekursor protein
β-barrel
dilakukan oleh kompleks protein TOM (the translocase of the outer membrane) yang terdapat di membran luar mitokondria. Becker et al. (2009) dan
Habib (2006) menyatakan bahwa kompleks protein TOM pada membran luar
mitokondria merupakan kompleks multi-subunit dengan berat molekul 450-kDa yang tersusun
atas beberapa protein reseptor, yaitu Tom20, Tom70, dan Tom22, protein Tom
kecil yaitu Tom5, Tom6, dan Tom7, dan bagian tengah yang merupakan gerbang masuk
prekursor adalah Tom40.
Gambar 4. (a)Proses penambahan targeting signal pada
prekursor oleh chaperone yaitu MSF (The mitochondrial import stimulation factor)
dan cHsp70 di sitosol sebelum ditranslokasikan; (b) Translokasi prekursor
protein β-Barrel melalui kompleks TOM dan kompleks SAM hingga proses import
pada lapisan lipid bilayer membran luar mitokondria (Outer Membrane) (Sumber:
Becker et al., 2009; Pfanner et al., 1997).
Prekursor
protein β-barrel yang telah disintesis di sitosol pada awalnya akan membentuk komponen targeting signal sequence. Sekuens targeting signal dari prekursor protein β-barrel kemudian dikenali oleh subunit Tom70
yang dibantu oleh chaperon sitosolik
yaitu oleh MSF (The
mitochondrial import stimulation factor) dan Hsp70 (Gambar 4a.) (Habib, 2006; Čeleketić,
2008). Sherman dan Nargang (2005) menyatakan bahwa subunit Tom70 berfungsi
sebagai reseptor prekursor protein kompleks TOM pada membran luar mitokondria
(Gambar 4b). Prekursor
protein β-barrel kemudian dipindahkan ke unit Tom20, yang berhubungan dengan
Tom22 (Paschen, et al., 2005). Setelah
itu, dengan bantuan subunit Tom5, Tom6, Tom7 prekursor tersebut kemudian ditranslokasikan
melintasi membran luar melalui pori umum GIP (general internal pore; Tom40) dari kompleks TOM hingga memasuki ruang intermembran
(Pascen et al., 2005).
Tom5 sangat erat kaitannya dengan
Tom40 dan merupakan link yang
menghubungkan antara reseptor impor dan pori impor umum (Dietmeier et al., 1997). Hal ini diperlukan untuk
transfer dan penyisipan prekursor protein melintasi pori umum (general pore; Tom40). Sedangkan Tom 6 dan Tom 7 tidak secara
langsung berinteraksi dengan prekursor protein transit (prekursor protein β-barrel), namun kedua subunit tersebut
memodulasi perakitan dan disosiasi subunit kompleks translokasi tersebut. Tom6
mempromosikan asosiasi dari kedua reseptor sub-kompleks, Tom20-Tom22 dan
Tom70-Tom37, dengan komponen impor pori Tom40 (Alconada et al., 1995). Tom7 lebih cenderung mempengaruhi interaksi antara
Tom20, Tom22, dan Tom40 dalam memfasilitasi pelepasan lateral preprotein ke
dalam membran luar atau pada bagian ruang intermembran (Honlinger
et al., 1996).
Prekursor
protein β-barel yang masuk ke dalam ruang intermembran
melalui protein Tom40 kemudian berasosiasi dengan kompleks protein Tim yang
berasal dari ruangan intermembran (Walther et
al., 2009). Protein Tim9-Tim10 dan Tim8-Tim13 tersebut mencegah terjadinya
agregasi pada prekursor di dalam ruang intermembran (IMS) serta mengantarkan
prekursor protein β-barel menuju ke kompleks SAM/TOB (sorting and assembly machinery) (Koehler, 2004 dalam Walther et al.,
2009). Becker et al. (2009)
menyatakan bahwa kompleks SAM memainkan peran penting dalam perakitan kompleks
TOM dari prekursor β-barel. Kompleks SAM yang terdiri atas Sam50 (Tob 55) dan
dua subunit perifer Sam35 dan Sam37 membentuk kompleks SAMcore.
Protein β-barrel kemudian akan berinteraksi dengan
Sam50 dan Sam35. Perkursor tersebut masuk ke kompleks TOM melalui Sam50
khususnya pada bagian POTRA (polypeptide-transport
associated) (Imai et al., 2011). Habib
et al. (2007) menyatakan bahwa bagian
POTRA dari Sam50 berfungsi sebagai reseptor bagi prekursor protein β-barrel
yang telah ditranslokasikan ke dalam ruang intermembran. Setelah itu, subunit Sam35
akan mengikat bagian β-signal, yang
merupakan sebuah sekuens yang terletak di bagian C-terminal dari prekursor dan
merupakan sebuah sinyal insersi (insertion
signal) dari prekursor protein β-barrel. Proses selanjutnya adalah
mengimpor prekursor β-barel dan melakukan proses topogenesis oleh kompleks TOM
pada membran luar (outer membrane)
mitokondria (Habib, 2006).
Topogenesis
dari prekursor protein β-barrel dapat berupa protein porin, Tom40, ataupun
Mdm10. Salah satu contoh topogenesis atau perakitan dari protein β-barrel adalah
protein Tom40, dimana dalam biogenesisnya subunit ini bergabung dengan subunit lain untuk membentuk
kompleks TOM (Gambar 5). Setelah terjadi translokasi dari sitosol menuju ruang
intermembran (dalam hal ini prekursor protein Tom40 adalah salah satu jenis
prekursor protein β-barrel), prekursor tersebut kemudian berasosiasi dengan
kompleks SAM membentuk senyawa inetrmediat 1 yang memiliki berat atom 250-kDa dan
diinsersi pada lapisan lipida bilayer membran luar mitokondria (Paschen et al., 2005).
Gambar 5. Proses
Biogenesis Tom40 (protein β-barrel) membentuk kompleks TOM (Sumber: Paschen et al., 2005).
Setelah proses import yang
dimediasi oleh kompleks SAM, prekursor Tom40 kemudian membentuk kompleks
intermediat kedua yang berasosiasi dengan molekul subunit Tom5 dengan berat
atom 100-kDa. Senyawa intermediat yang kedua ini kemudian diubah menjadi
kompleks TOMcore yang berasosiasi dengan molekul subunit Tom6, Tom7,
dan Tom22 yang dibantu oleh subunit Mdm10 (Paschen et al., 2005). Pada akhirnya, subunit Mim1, yang merupakan komponen
penting dalam proses integrasi dan perakitan kompleks TOM, berasosiasi dengan
kompleks SAM membantu dalam interaksi dan perakitan dari subunit terakhir yaitu
subunit Tom22 dan Tom70 terhadap kompleks TOMcore hingga membentuk
kompleks TOMholo (Becker et al.,
2009).
Referensi
Alconada
A., Gartner F., Honlinger A., Kubrich M., Pfanner N.,1995, Mitochondrial
Receptor Complex from Neurospora crassa and Saccharomyces cerevisiae,
Meth. Enzymol. Vol.260:263–286.
Becker,
T., Gebert, M., Pfanner, N., Laan Vd.M., 2009, Biogenesis of Mitochondrial
Membrane Proteins, ScienceDirect, Vol.
21:484–493.
Čeleketić,
J.P., 2008, The Function of Mim1 in The
Biogenesis of The Mitochondrial TOM Complex, Disertasi, Universitas München,
Jerman.
Gabriel,
K., Buchanan S.K., dan Lithgow T., 2001, The Alpha and Beta: Protein
Translocation
Across Mitochondrial and Plastid Outer Membranes. Trends Biochem. Science, Vol.26:36-40.
Gentle
I, Gabriel K, Beech P, Waller R, Lithgow T., 2004, The Omp85 Family of Proteins
Is Essential for Outer Membrane Biogenesis in Mitochondria and Bacteria. J Cell Biol, Vol.164:19-24.
Gunter,
T.E., Yule D.I., Gunter K.K., Eliseev R.A., dan Salter J.D., 2004, Calcium and Mitochondria, FEBS Lett, Vol.567:96-102.
Habib,
S.J., 2006, Biogenesis
and Function of Mitochondrial Outer Membrane Proteins, Disertasi, Universitas München, Jerman.
Habib S.J.,
Waizenegger T., Niewienda A., Paschen S.A., Neupert W., Rapaport D., 2007, The
N-terminal Domain of Tob55 Has a Receptor Like Function in The Biogenesis of Mitochondrial
b-barrel Proteins., J Cell Biol, Vol.176:77-88.
Honlinger
A., Kubrich M., Moczko M.,Gartner F., Mallet L., 1995. The Mitochondrial
Receptor Complex: Mom22 Is Essential for Cell Viability and Directly Interacts
With Preproteins, Mol. Cell. Biol,
Vol.15:3382–3389.
Imai,
K.; Fujita, N.; Gromiha, M.M.; Horton, P., 2011, Eukaryote-wide Sequence
Analysis of Mitochondrial β-barrel Outer Membrane Proteins, BMC Genomics, Vol.12:79-95.
Model
K., Prinz T.,
Ruiz T., Radermacher M., Krimmer T., Kuhlbrandt W., Pfanner N., dan Meisinger C., 2002, Protein Translocase
of The Outer Mitochondrial Membrane: Role of Import Receptors in The Structural
Organization of The TOM Complex, J. Mol. Biol, Vol.316:657-666.
Muhlenhoff,
U. dan Lill R., 2000. Biogenesis of Iron-Sulfur
Proteins in Eukaryotes: A Novel Task of Mitochondria That Is Inherited from
Bacteria. Biochim Biophys Acta, Vol.1459:370-82.
Paetzel M., Karla A., Natalie C. J., Strynadka, dan Ross E.D., 2002, Signal Peptidase. Chem.
Rev., Vol.102: 4549-4579.
Pfanner N., Craig E.A., Honlinger A., 1997,
Mitochondrial Preprotein Translocase, Cell
Dev. Biol, Vol.13:25-51.
Ryan, Michael T., 2004, Chaperones: Inserting
Beta Barrels Dispath into Membranes, Current
Biology, Vol.14:207–209.
Sherman E.L., Go N.E., dan Nargang F.E.,
2005, Function of the Small Protein in the TOM Complex of Neurosspora crassa, Mol Biol
Cell, Vol.16:4172-4182.
Walther
D.M, Rapaport D., Tommasen J., 2009, Biogenesis of
b-barrel Membrane Proteins in Bacteria and Eukaryotes: Evolutionary, Conservation,
and Divergence, Cell. Mol. Life Sci.,Vol.66:2789–2804.





Komentar
Posting Komentar