Langsung ke konten utama

Studi Kemampuan Bioremoval Merkuri oleh Bakteri Resisten Merkuri yang Diisolasi dari Sedimen Danau Biru Singkawang Kalimantan Barat


STUDI KEMAMPUAN BIOREMOVAL MERKURI OLEH BAKTERI RESISTEN MERKURI YANG DIISOLASI DARI TAILING SOIL
DANAU BIRU SINGKAWANG
KALIMANTAN BARAT

Rikhsan Kurniatuhadi1, Anto Budiharjo2, Tri Retnaningsih Soeprobowati3

1 Magister Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang
Semarang 50275, Jawa Tengah, Indonesia. Email: rikhsank7@gmail.com

2 Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang 50275
Jawa Tengah, Indonesia. Email: abudiharjo@yahoo.com

3 Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang 50275
Jawa Tengah, Indonesia. Email: trsoeprobowati@yahoo.com

ABSTRAK
Pencemaran logam merkuri pada lahan pertanian berpegaruh terhadap kualitas hasil produksi pertanian dan kesehatan masyarakat. Tercatat beberapa tanaman sayuran dan hortikultura mampu mengakumulasi logam merkuri pada jaringan dan membahayakan bagi konsumen jika terakumulasi di dalam tubuh. Bioremediasi logam merkuri pada lahan pertanian menjadi salah satu teknik dalam mengatasi biomagnifikasi logam merkuri dari bahan pangan. Telah diisolasi dan diidentifikasi bakteri indigenus resisten merkuri dari jenis Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2. Kedua bakteri tersebut di isolasi dari tailing soil kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) Danau Biru Singkawang. Pengujian pendahuluan memperlihatkan bahwa bakteri-bakteri tersebut mampu tumbuh pada medium yang mengandung HgCl2 dengan konsentrasi 1000 ppm dan diduga memiliki kemampuan bioremoval Hg(II). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bioremoval kedua bakteri terhadap senyawa HgCl2. Pengujian kemampuan bioremoval isolat bakteri dilakukan pada medium NB yang ditambahkan senyawa HgCl2 600 ppm. Analisis jumlah bioremoval senyawa HgCl2 dari kedua isolat bakteri dimonitoring dengan menggunakan mercury analyzer. Hasil yang didapatkan dari kedua jenis bakteri memperlihatkan bahwa bakteri Alteromonas sp. BSDBii2 memiliki persentase bioremoval tertinggi yaitu sebesar 99,944% dengan jumlah total bioremoval merkuri sebesar 683.85 ppm.
Kata Kunci: Bioremoval, Pseudomonas sp. BSDBi4, Alteromonas sp. BSDBii2 dan merkuri.


1.         PENDAHULUAN
Perkembangan penduduk dan industri yang sangat cepat memberikan kontribusi pada peningkatan pencemaran terhadap lingkungan di negara berkembang seperti Indonesia. Dampak meningkatnya hal tersebut adalah menurunnya kualitas tanah akibat penccemaran khususnya logam berat baik yang bersumber penambangan, industri, rumah tangga oleh sampah-sampah metabolik dan produk detergen yang mengandung Cr, Co, Zn maupun limbah pertanian yang berasal dari penyalahgunaan pestisida dan pupuk kimia, yang merupakan sumber utama dari pencemaran logam berat, seperti krom (Cr), kobalt (Co), seng (Zn), dan merkuri (Hg) di lingkungan. Pencemaran logam berat yang tidak terkendali dapat memberikan peluang terakumulasinya logam tersebut ke lingkungan atau lahan pertanian [6] [2].
Pencemaran lahan pertanian oleh logam Hg merupakan salah satu permasalahan yang sangat membahayakan bagi kehidupann manusia. Akumulasi logam Hg dapat terjadi pada habitat tanaman pertanian termasuk beberapa jenis sayuran air yang diketahui mudah sekali tumbuh dalam lingkungan tercemar. Logam berat dapat terserap ke dalam jaringan tanaman melalui akar dan stomata daun, selanjutnya akan masuk ke dalam siklus rantai makanan [15]. Logam berat yang terakumulasi pada jaringan tubuh apabila melebihi batas toleransi, dapat menimbulkan keracunan bagi tumbuhan, hewan maupun manusia. Masuknya logam merkuri dari lingkungan melalui rantai makanan menyebabkan tingkat konsentrasi logam berat di dalam organisme menjadi tinggi, karena sifatnya yang sulit terurai dan terdeposit pada permukaan tanah sehingga dapat diakumulasikan oleh berbagai organisme dalam rantai makanan melalui proses biomagnifikasi. Proses biomagnifikasi ini dapat terjadi pada tanaman hasil panen seperti sayur-sayuran, beras dan kedelai [15] [18].
Hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian tahun 2008 berupa analisis contoh sayuran kubis, tomat, dan wortel yang diperoleh dari sentra produksi di Jawa Barat dan Jawa Timur menunjukkan secara umum cemaran logam besi (Fe) dan timbal (Pb) di atas batas maksimum residu (BMR). Sementara cemaran logam Hg masih pada tingkat aman, walaupun juga perlu diwaspadai, khususnya pada padi tercatat sekitar 0,05-0,59 ppm serta 0,15-0,18 ppm pada beberapa jenis beras seperti beraskurmo setra maupun kedelai [15]..
Merkuri memiliki toksisitas tinggi bagi semua organisme walaupun dalam jumlah yang sangat kecil. Toksisitas tinggi merkuri baik organik maupun inorganik disebabkan oleh afinitasnya yang tinggi terhadap gugus-gugus sulfihidril yang terdapat pada protein-protein dan berbagai macam enzim sehingga dapat menginaktivasi fungsi-fungsi vital di dalam sel [9]. Masuknya logam merkuri ke dalam tubuh manusia menyebabkan gangguan-gangguan neurologis yang berbeda-beda seperti paresthensia dan kebas pada jari yang merupakan simptom umum pada penyakit minamata [9]. Beberapa gangguan pada tubuh lainnya seperti pneumonitis, hipersekresi kelenjar keringat, diare dengan pendarahan dan kanker telah dilaporkan [11]. Oleh karena itu, pengembangan bioteknologi remediasi lingkungan menjadi perhatian utama para peneliti bioremedasi untuk mengurangi kontaminasi logam merkuri di lingkungan yang sangat merugikan bagi kesehatan.
Bioremediasi dengan menggunakan mikroorganisme telah banyak dikembangkan dalam bioteknologi perbaikan lingkungan sejak tahun 1970 [11] [13] [8]. Beberapa jenis bakteri resisten merkuri yang dapat melakukan removal terhadap logam Hg2+ telah dilaporkan oleh beberapa peneliti [1] [7] [9] [10] [13]. Diantaranya dari genus Bacillus, Aeromonas, Pseudomonas, Enterobacter, Shigella dan Staphylococcus yang diisolasi dari tanah yang tercemar limbah industri dan tailing soil di situs pertambangan emas. Potensi bakteri-bakteri tersebut telah diketahui kemampuan resistensi dan bioremovalnya terhadap logam merkuri.
Danau Biru Singkawang yang merupakan lahan bekas pertambangan emas yang juga memiliki potensi yang sama dengan kedua daerah tersebut, khususnya potensi bakteri indigenus resisten terhadap merkuri. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian untuk eksplorasi mengenai potensi merkuri bakteri-bakteri indigenus yang ada pada danau tersebut sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu bahan referensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai salah satu jenis bioremediator merkuri (Hg) dalam teknologi bioremediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bioremoval dan bioadsorbsi logam merkuri oleh bakteri Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2 yang diisolasi dari tailing soil bekas pertambangan emas Danau Biru Singkawang, Kalimantan Barat.
2.     BAHAN DAN CARA KERJA
Strain Bakteri dan Media Pertumbuhan
                Strain bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah bakteri Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2 yang merupakan bakteri resisten merkuri hasil isolasi dari tailing soil bekas penambangan emas Danau Biru Singkawang. Kedua isolat bakteri tersebut memperlihatkan kemampuan resistensi terhadap HgCl2 hingga konsentrasi 500 ppm. Kedua isolat ditumbuhkan pada media Nutrient Broth (NB) yang mengandung (per liter): tripton 10 g, yeast extract 5 g, glukosa 0.1 g dan agar  0.15 g.
Kinetika Pertumbuhan Bakteri dan pH Medium
Pertumbuhan bakteri dipantau dengan menentukan kurva pertumbuhan dari isolat bakteri yang terseleksi pada media tanpa maupun dengan penambahan HgCl2 [11]. Setiap isolat bakteri, yang telah disesuaikan dengan McFarland Standart 0,5 diambil 0,05 ml kemudian diinokulasikan pada 50 ml medium NB tanpa diperkaya HgCl2 dan medium NB yang diperkaya dengan 50 ppm HgCl2. Medium yang telah diinokulasi bakteri uji kemudian diinkubasi pada suhu 37oC dengan kecepatan 120 rpm. Pengukuran pertumbuhan bakteri uji dilakukan dengan mengukur jumlah dengan menggunakan haemositometer pada interval waktu 0, 1, 2, 4, 8, 12, 24, 26, 30 dan 48 jam.
Uji Kemampuan Bioremoval Senyawa HgCl2 oleh Bakteri Indigenus Danau Biru
   Pengujian aktivitas bioremoval ini dilakukan dengan menginokulasikan satu ml inokulum dari isolat Pseudomonas sp. BSDBi4  dan isolat Alteromonas sp. BSDBii2 ke dalam erlenmeyer yang berisi 100 ml medium Nutrient Broth (NB) yang telah ditambahkan dengan 600 ppm HgCl2. Media yang berisi inokulum kemudian diinkubasi pada di atas meja penggojok (shaker) dengan kecepatan agitasi 120 rpm pada suhu ruang selama 72 jam. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali.
Analisis Konsentrasi Merkuri (HgCl2)
                Kadar atau konsentrasi merkuri (HgCl2) dihitung setelah diuji dengan menggunakan isolat tunggal dan konsorsium dari bakteri resisten merkuri Danau Biru Singkawang yang telah diseleksi untuk mengetahui kemampuan bioremoval dan bioabsorbsi yang mampu dilakukan bakteri-bakteri tersebut. Analisis ini dilakukan pada filtrat medium kultur [10].
                Preparasi uji diawali dengan memisahkan kultur sel bakteri dan medium uji dengan cara sentrifugasi pada kecepatan 9.000 rpm selama 15 menit pada suhu 4oC. Supernatan dipisahkan dari endapan atau pelet yang terbentuk dengan menggunakan mikropipet [12]. Sampel pelet dan supernatan yang telah dipreparasi kemudian di analisis kadar merkuri pada setiap sampel dari ketiga isolat dan konsorsium dengan menggunakan Mercury Analyzer. Analisis dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
                Jumlah bioakumulasi isolat bakteri, persentase bioremoval dan bioabsorbsi merkuri (HgCl2) yang didapatkan kemudian dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut [10]:

% Bioremoval = Ceq K - CbP × 100%
              Ceq K


Jumlah biokumulasi = CbP - CeqK

 





Keterangan: Ceq K: Kontrol; Cb P: oxidized supernatant [10].

Analisis Data  
Data dari setiap unit perlakuan dipresentasikan dalam nilai rata dan standar deviasi. Data perlakuan dari RAL dianalisis dengan menggunakan One Way Analysis of Variance (ANOVA) Microsoft Excel 2007 pada taraf kepercayaan 5% untuk menjawab hipotesis yang telah ditentukan. Setelah itu dilanjutkan dengan uji duncan untuk melihat perbedaan pada masing-masing perlakuan.
3.     HASIL DAN PEMBAHASAN
Efek Merkuri terhadap Pertumbuhan Bakteri
Pertumbuhan isolat bakteri Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2 pada medium tumbuh tanpa dan dengan penambahan HgCl2 memperlihatkan perbedaan karakteristik fase pertumbuhan isolat-isolat tersebut. Gambar 1 memperlihatkan efek dari HgCl2 terhadap pertumbuhan ketiga isolat.
Gambar 1.  Kurva tumbuh isolat bakteri BSDBi4 dan BSDBii2 pada medium yang mengandung HgCl2. Kultur kontrol tidak mengandung HgCl2.
                Kedua kurva mengindikasikan dengan jelas bahwa terjadi perbedaan jumlah sel pada setiap fase dan perbedaan lamanya fase lag antara kultur yang tidak ditambahkan HgCl2 dan yang ditambahkan HgCl2. Terlihat dari Gambar 1 bahwa semua fase yang terjadi pada kultur yang diberikan HgCl2 membentuk kurva dengan jumlah sel pada setiap fase di bawah kurva pada kultur normal, hal ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan kedua isolat tersebut terhambat dengan adanya penambahan HgCl2. Walaupun jumlah sel yang terhitung antara medium kontrol dan medium yang ditambahkan berbeda, namun pola pertumbuhan kedua kurva hampir sama pada kedua isolat, akan tetapi lamanya fase lag berbeda antara kontrol dengan medium yang ditambahkan HgCl2. Namun, hasil yang didapatkan jauh berbeda dari hasil penelitian Immamuddin (2010) yang memperlihatan bahwa bakteri resisten merkuri Ochrobatrum sp. S79 asal Cikotok Banten mengalami fase lag hingga 36 jam pada konsentrasi 30 ppm. Hal ini tentu saja menandakan bahwa isolat Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2 jauh lebih baik pertumbuhannya pada medium yang mengandung Hg.
                Isolat BSDBi4 pada kultur kontrol memiliki fase lag yang terjadi pada jam ke 1 – 4 sedangkan kultur dengan penambahan HgCl2 50 ppm fase lag terjadi dari jam ke 1 – 12 sedangkan isolat BSDBii2 pada kultur kontrol memiliki fase lag yang terjadi pada jam ke 1 – 8 sedangkan kultur dengan penambahan HgCl2 50 ppm fase lag terjadi dari jam ke 1 – 12.

Kemampuan Bioremoval dan Bioadsorbsi Bakteri
             Bakteri Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2 yang diisolasi dari situs pertambangan emas Danau Biru Singkawang mampu melakukan bioremoval terhadap Hg(II) dengan kemampuan yang berbeda-beda pada konsentrasi Hg(II) yang sama. Hasil bioremoval dan bioakumulasi dari ketiga strain tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kemampuan bioremoval bakteri Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2 asal bekas penambangan emas Danau Biru Singkawang terhadap logam Hg.
Isolat
Rerata Kadar Hg (ppm)
Persentase
Bioremoval
(%)
pH
Kadar
Akhir
Jumlah
Removal
Kontrol
684.23
-
-
7
Pseudomonas sp. BSBDi4
0.42 + 0,14
683,81
99.937
6.8
Alteromonas sp. BSDBii2
0.38 + 0,24
683,85
99.944
6,8

                Hasil dari Tabel 1. Menunjukkan bahwa kedua baketri tersebut mampu mengurangi jumlah Hg selama 72 jam. Jumlah total bioremoval tertinggi terhadap Hg(II) terjadi pada medium yang dilakukan dengan perlakuan dengan menggunakan isolat bakteri Alteromonas sp. BSDBii2 dibandingkan dengan isolat bakteri Pseudomonas sp. BSDBi4 dengan terpaut jumlah angka bioremoval sebesar 0,04 ppm.
                Genus Pseudomonas dan Alteromonas diketahui sebagai kelompok bakteri dimana anggotanya memiliki keanekaraman yang tinggi dan dapat ditemukan dari berbagai jenis habitat seperti tanah, air dan berbagai jenis sedimen [17]. Bakteri dari genus Pseudomonas dan Alteromonas dilaporkan memiliki sifat resisten terhadap senyawa atau logam merkuri dan memiliki kemampuan dalam mereduksi logam merkuri dari bentuk Hg (II) menjadi Hg (0) [1] [2] [16]. Beberapa hasil penelitian disebutkan bahwa bakteri genus Pseudomonas mampu hidup dan tumbuh pada konsentrasi HgCl2 berkisar antara 60-250 mg/ml dengan persentase bioremoval dapat mencapai 55%-98% serta mampu mengakumulasi senyawa merkuri hingga 108.55 ng/gr sedangkan genus Alteromonas tercatat mampu hidup pada konsentrasi HgCl2 yang berkisar antara 2.7-13.5 mg/ml [1] [2] [6] [7].
                Tabel 1 juga memperlihatkan bahwa terjadi penurunan pH medium berdasarkan durasi inkubasi oleh kedua isolat bakteri tersebut.. Umumnya sel-sel mikroba tumbuh dengan memanfaatkan nutrien yang tersedia dari medium dan kemudian memproduksi beberapa senyawa asam (asam organik, inorganik dan alkohol) ke medium. Senyawa-senyawa asam ini yang menyebabkan medium menjadi lebih asam [6].
                Kemampuan bakteri untuk melakukan bioremoval ion logam merkuri dari berbagai jenis telah banyak dinvestigasi secara mendalam. Sifat resisten terhadap efek toksik dari Hg(II) di bawah cekaman beberapa konsentrasi Hg (II) (1–500 ppm bagi isolat indigenus Danau Biru Singkawang), bakteri resisten merkuri mengembangkan berbagai mekanisme resistensi seperti adsorbsi dinding sel, reduksi enzimatik melalui enzim merkuri reduktase, efflux mechanism dan detoksifikasi ROS [10]. Mekanisme-mekanisme tersebut menghasilkan kemampuan bioremoval dan bioabsorbsi yang signifikan pada sejumlah Hg(II) yang ditambahkan pada medium dalam uji in-vitro. Mekansime bioremoval dan bioabsorbsi  berhubungan erat dengan sistem Mer operon yang terdiri atas gen metaloregulator (MerR), gen transpor logam merkuri (MerT, MerC dan MerR) dan gen yang menyandi enzim merkuri reduktase (MerA). Bakteri indigenus resisten merkuri dari Danau Biru Singkawang diduga dapat mengikat Hg(II) melalui reaksi ligan dan enzimatis yang mampu mentransformasi Hg(II) menjadi Hgo [14].
                Bioremediasi dapat lebih efektif ketika kondisi lingkungan mengizinkan mikroorganisme resisten merkuri untuk tumbuh dan beraktifitas [11]. Mikroorganisme pada situs pertambangan terkontaminasi limbah merkuri membangun sistem resistensi dan adaptasi fisiologi yang merupakan pemeran utama dalam detoksifikasi alami logam merkuri. Mikroorganisme termasuk bakteri mampu melakukan detoksifikasi baik secara individual maupun dalam konsorsium. Konsorsium bakteri Pseudomonas sp. BSDBi4 dan Alteromonas sp. BSDBii2 mampu melakukan bioremoval terhadap Hg(II) hingga 99,944%. Kemampuan ini lebih besar jika dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya Shovitri et al. (2010) yang memperlihatkan konsorsium dari genus Neisseria dan Shigella yang diisolasi dari Sungai Kali Mas Surabaya yang hanya mampu melakukan bioremoval hingga 50%.

DAFTAR PUSTAKA
 Chaerun SK.; Hasni S.; Sanwani E. dan Moeis AM. 2012. Mercury (Hg)-resistant bacteria in Hg-polluted gold mine sites of Bandung, West Java Province, Indonesia. Microbiology Indonesia. Vol. 6(2): 57-68.
 Chiu H.H; Shieh W.Y; Lin S.Y; Tseng C.M; Chiang P.W; Wagner-Dobler I. 2007. Alteromonas tagae sp. nov. and Alteromonas simiduii sp. nov., mercury-resistant bacteria isolated from a Taiwanesse estuary. Int. J. Sys. Evol Microbiol. Vol.57(6): 1209-1216.
 Gusrizal dan Risa N. 2004. Bakteri Resisten merkuri spektrum sempit dari daerah bekas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Mandor, Kalimantan Barat. Jurnal Natur Indonesia 6(2): 67-74
 Immamudin H. 2010. Pola Pertumbuhan dan Toksisitas Bakteri Resisten HgCl2 Ochrobactrum sp. S79 Dari Cikotok, Banten. Jurnal EKOSAINS Vol.1( 1): 26-32.

 Kargar M., Jahromi M.Z., Najafian M., Khajealan P., Nahavandi R., Jahromi S.R., Firooinia M. 2012. Identification and molecular analysis of mercury resistant bateria in Kor River, Iran. African Journal of Biotechnology. Vol. 11(25): 6710-6717.
 Kumaran N.S; Sundaramanickam A. and Bragadeeswaran S.2011. Absorption Studies On Heavy Metals by Isolated Bacterial Strain (Pseudomonas Sp.) From Uppanar Estuarine Water, Southeast Coast Of India. Journal of Applied in Enviromental Sciences Sanitation Vol.6(4): 471-476.
 Massora M.; Wondiwoi F.; Soetarto E.S.; Hadisusanto S. 2010. Keanekaragaman jenis bakteri filamentous pengguna merkuri HgCl2 pembentuk biofilm dari sedimen Sungai Pelangan Lombok. Seminar Nasional Biologi. Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010.
 Mathema V.B; Bal Krishna C.T.; Mika S. and Reena A.S. 2011. Study of mercury (II) chloride tolerant bacterial isolates from Baghmati River with estimation of plasmid size and growth variation for the high mercury (II) resistant Enterobacter spp. Journal of Biotech Research Vol.3: 72-77.
 Muneer B., Iqbal M.J., Shakoori F.R., Shakoori A.R. 2013. Tolerance and biosorption of mercury by microbial consortia: potential use in bioremediation of wastewater. Pakistan J. Zool. Vol.45(1): 247-254.
 Nacorda JOO.; Martinez-Goss RM. dan Torreta NK. 2010. Bioremoval dan bioreduction of Chromium (VI) by the green microalga, Chlorella vulgaris Beij., isolated from Laguna de Bay, Philippines. Philippine Journal of Science. Vol. 139(2): 181-188.
 Rehman A.; Ali A.; Muneer B. dan Shakoori A.R. 2007. Resistance and biosorption of mercury by bacteria isolated from industrial effluents. Pakistan J. Zool. Vol.39(3): 137-146.
 Rudiyanto. 2008. Detoksifikasi Hg dan Cd menggggunakan Bakteri Pereduksi Sulfat dari Kawasan Bekas Tambang Monterado, Begkayang. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura: Pontianak.
 Selvi T.A; Anjugam E; Devi R.A; Madhan B; Kannappan S; Chandrasekaran B. 2012. Isolation and characterization of bacteria from tannery effluent treatment plant and their tolerance to heavy metal and antibiotics. AJEBS, Vol. 3(1): 34-41.
 Shovitri, M., E. Zulaika dan M.P. Koentjoro. 2010. Bakteri Tahan Merkuri Dari Kali Mas Surabaya Berpotensi Sebagai Agen Bioremediasi Merkuri. Jurnal Penelitian Berkala Hayati Edisi Khusus No.4F.
 Syahfitri W.Y.; Damastuti E dan Kurniawati S. 2011. Penentuan Logam Berat Cr, Co, Zn, Dan Hg Pada Beras Dan Kedelai Dari Wilayah Kota Bandung. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Nuklir PTNBR – BATAN Bandung, 22 Juni 2011.
 Tvrzova L.; Schumann P.;Sproer C.; Sedlacek I.; Pacova Z.; Sedo O.; Zdrahal Z.; Steffen M.; Lang E. 2006. Pseudomonas moraviensis sp. nov. and Pseudomonas vranovensis sp. nov., soil bacteria isolated on nitroaromatic compounds, and emended description of Pseudomonas asplenii. Int J Syst Evol Microbial. Vol.56(11): 2657-2663.
 Young J.M.;Park D.C. 2007. Probable synonymy of the nitrogen-fixing genus Azotobacter and the genus Pseudomonas. Int J Syst Evol Microbiol. Vol.57(12): 2894-2901.
 Widowati H. 2011. Pengaruh Logam Berat Cd, Pb Terhadap Perubahan Warna Batang dan Daun Sayuran. El-Hayah Vol. 1 (4): 167-173.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekologi Mikroba (Bakteri) Pada Rumen Hewan Ruminansia

Oleh: Hendra Nosih Andrianto, Rikhsan Kurniatuhadi Magister Biologi, Universitas Diponegoro, Semarang, 2012 Rumen merupakan salah satu bentuk ekosistem yang terdapat pada sistem digesti hewan ruminansia. Rumen merupakan satu ekosistem ialah sistem ekologi yang di dalamnya terdapat komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. Uunsur biotik dalam rumen antara lain bakteri, protozoa, jamur, kapang dan lain-lain dari berbagai spesies dan unsur abiotik dalam rumen antara lain air, protein, serat kasar, mineral, vitamin, gas, bahan sumber zat makanan dan beberapa isi rumen lainnya yang semuanya direndam dalam cairan rumen. Di dalam ekosistem ini terjadi variasi interaksi antara lain antar unsur biotik, antara unsur biotik dengan unsur abiotik, serta interaksi antar unsur abiotik itu sendiri. Gambar 1 . Ekosistem Rumen Hewan Ruminansia (Watteaux dan Armentanno, 2008). Salah satu bentuk kehidupan yang sangat komplek dalam hal penyusun suatu ekosistem rumen adalah m...

Apa itu Single Cell Protein -SCP?

Protein sel tunggal mengacu pada minyak mentah, protein yang dimurnikan atau dimakan yang diekstraksi dari kultur mikroba murni, mati, atau biomassa sel kering. Mereka dapat digunakan sebagai suplemen protein untuk manusia atau hewan. Mikroorganisme seperti alga, jamur, ragi, dan bakteri memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dalam biomassa mereka. Mikroba ini dapat ditanam menggunakan substrat murah seperti limbah pertanian, serutan kayu, serbuk gergaji, tongkol jagung dan bahkan limbah manusia dan hewan Mikroorganisme memanfaatkan karbon dan nitrogen yang ada dalam material ini dan mengubahnya menjadi protein berkualitas tinggi yang dapat digunakan sebagai suplemen dalam pakan manusia dan hewan. Protein sel tunggal dapat dengan mudah digunakan sebagai makanan ternak untuk mencapai penggemukan anak sapi, babi, dalam pembibitan ikan dan bahkan dalam Peternakan - Peternakan Unggas dan Ternak. Single Cell Protein (SCP) menawarkan solusi tidak konvensional tetapi masuk ...

Mitokondria dan Kloroplas

Apa itu Mitokondria ? Mitokondria (singular, mitokondria) sering disebut "powerhouse" atau pabrik energi sel. Tugas mereka adalah membuat pasokan adenosin trifosfat (ATP), molekul pembawa energi utama sel. Proses pembuatan ATP menggunakan energi kimia dari bahan bakar seperti gula disebut respirasi seluler, dan banyak langkahnya terjadi di dalam mitokondria. Mitokondria ,  kondriosom  ( bahasa Inggris :  chondriosome, mitochondrion, plural:mitochondria ) yaitu  organel  tempat berlangsungnya fungsi  respirasi   sel   makhluk hidup , selain fungsi seluler lain, seperti  metabolisme   asam lemak ,  biosintesis   pirimidina ,  homeostasis   kalsium , transduksi sinyal seluler, dan penghasil  energi [1] . Mitokondria mempunyai  dua lapisan membran , yaitu lapisan membran luar dan lapisan membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering disebut dengan  cristae . D...

SEGITIGA (BAB 5)

Tembok Ke Empat Malam ini terasa biasa-biasa saja. Tidak ada yang nampak bintang-bintang yang terhampar bebas. Hanya beberapa bintang saja yang nampak bersinar terang. Dan terus terang, sampai detik ini rasa penasaran masih bercokol di pikranku. Rasa penasaran dangan alas an Yuni yang menolak cintaku untuk kedua kalinya kemaren siang. Rasanya aneh saja, penghalang bersatunya kami satu tahun yang lalu rasanya sudah musnah. Reana yang yang tidak menyetujui hubunganku dengannya sudah pindah sekolah, jauh di luar Kalimantan Barat. Itukan tandanya tidak ada lagi penghalang bagi Yuni untuk menerimaku karena aku yakin ia juga sebenarnya masih mencintaiku. “Apa ini semua berhubungan dengan perubahan pada dirinya ya? Perubahan penampilan yang lebih agamis!” pikirku sambil mondar-mandir nggak jelas di teras rumah. Aku berhenti dan aku pandangi langit. Memang benar-benar tidak ada yang special di malam ini, persis seperti halnya yang terjadi di hatiku. Walaupun kemaren siang aku dito...

Ayo ikuti Lomba Blog UNTAN 2020

Universitas Tanjungpura