Langsung ke konten utama

SEGITIGA (BAB 4)



Syareeva, Gadis Yang Membuat Dygta Tak Berdaya

            Kulihat Dygta berjalan pulang menuju parkiran untuk mengambil sepeda motornya. Sudah tiga hari setelah kejadian makan bakso semeja dengan Syareeva, dia tampak diam tidak karuan seperti orang yang ling-lung. Sudah aku tanya berulang-ulang sampai doer rasanya mulutku tapi tidak juga ia jawab apa penyebab dia seperti itu. Dugaan awalku sih masih seperti yang kemaren, perubahannya ini pasti ada hubungannya dengan Syareeva. Analisaku mengatakan bahwa ia sedang dimabuk cinta. Dengan Syareeva. Tapi itu masih belum pasti, karena aku ingin tahu dari mulutnya sendiri. Aku juga nggak mau jadi sotoy.
            Aku kejar Dygta yang sudah berada di samping motornya.
            “Dygta, tunggu!” teriakku sambil berusaha untuk cepat sampai di parkiran.
            Dia menoleh kearahku dan turun kembali dari motornya.
            “Dygta, kamu kenapa sih? Kenapa kamu berubah seperti ini. Sok melankolis. Ada apa sebenarnya?” tanyaku sambil ngos-ngosan akibat lari tidak karuan mengejarnya.
            “Ada apa? Aku biasa-biasa aja!”
            “Eh men, aku udah kenal lo lama sekali. Udah lima tahun. Aku tahu sifat lo. Aku tidak pernah melihat lo sperti ini! Ada apa sebenarnya?
            “Sotoy lo. Aku nggak ada apa-apa juga,  lo tuh kali yang sok sensitive. Nebak aja nih” kilahnya. Dygta itu, meskipun bejat tpi matanya gak bisa bohong.
            “Mata lo itu men yang nggak bisa bohong, aku  tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. Ayolah teman, aku ini sahabatmu. Apapun masalah lo pasti aku bantu”
            “Benar Vind, tidak ada apa-apa”
            “Eh, jangan bilang kalo lo udah menghamili anak orang ya! Ayo ngaku siapa yang lo hamili?” ucapku dengan serius. Sebenarnya ini kuucapkan hanya bertujuan untuk memancingnya saja agar dia keceplosan dengan apa yang sedang dirahasiakannya.
            “Eh pantatmu, siapa yang menghamili anak orang! Jangan sembarangan nuduh donk. Orang lagi sedang jatuh cinta dibilang menghamili anak orang”
            “Nah benar tuh analisa aku, ketahuan kan kalau lo lagi jatuh cinta. Ah cemen lo, gitu aja pake main rahasia-rahasiaan? Gete’ banget sih lo”
            Aku tertawa terbahak-bahak dengan keceplosannya. Dygta jadi salah tingkah, melihatku juga dia agak malu-malu.
            “Eh Vind, jangan teriak-teriak donk! Entar si dia dengar” ujarnya dengan ekspresi wajah yang cemas.
            “Siapa? Syareeva. Tenang, dia nggak bakalan tahu soalnya Syareeva sudah pulang dari tadi”
            “Kok tahu aku suka sama Syareeva?”
            “Pake nanya lagi. Ya iyalah aku tahu, secara sikap lo aneh banget ketika kita mau makan bakso bareng tiga hari yang lalu. Model kamu kayak gitu aku nggak tahu kalau kamu ada apa-apanya dengan Syareeva? Bego amat gue”
            “Lagak lo, sok-sokan”
            “Eh MAJAT, tumben lo lebay banget ketika menyukai seorang Syareeva sampe-sampe diam kayak orang sarap selama tiga hari? Perasaan, waktu kamu suka sama Erly nggak kayak gitu deh, yang ada lo tambah gairah bukannya tambah loyo seperti ini, kenapa?”
            Dygta diam sesaat. Ia tampak gelisah, menoleh ke sana kemari. Seperti takut di dengari orang lain.
            “Ceritanya di distro aku aja, sekalian jaga distro” ajaknya.
            “Oke”
            Bergegas kami meninggalkan sekolah menuju Distro miliknya, distro yang telah ia buka selama satu tahun, distro yang lumayan lengkap dalam menyediakan fashion yang lagi trend bagi anak muda, mulai dari kaos, jaket, syal, blazer, celana jeans panjang dan pendek sampai ke berbagai macam topi. Distro ini tidak jauh letaknya dengan rumahnya, paling Cuma berjarak seratus meter. Tempatnya cukup strategis, di tepi jalan M Isya. Jalan yang ramai dilalui oleh para siswa dan mahasiswa. Selama ini aku sering membantu dalam hal pengepakan dan penjagaan distronya itu. Kadang-kadang kami juga sambil ngerjakan tugas di sana ketika belum ada peengunjung. Lumayanlah buat seru-seruan, modalnya sih jelas bukan dari dia, tapi dari abangnya yang kini telah sukses menjadi konselor Arsitek di sebuah perusahaan di Jakarta. Aku sih nggak di gaji untuk jaga-jaga distronya, paling-paling dikasih bingkisan baju, celana atau topi setiap dua bulan sekali. Lumayanlah buat pengiritan dalam hal pakaian.
            Tidak lama kami sampai di distronya, kulihat bang Fery sepupunya juga sudah keluar. Maklum, waktunya untuk jaga sudah habis. Kini giliran Dygta yang jaga. Aku dan Dygta masuk ke dalam Distro. Udara dingin yang keluar dari AC menyegarkanku dari udara panas. Aku duduk di bangku jaga sedangkan Dygta kebelakang untuk mengambil air minum. tidak lama ia keluar dengan membawa dua gelas jus jeruk.
            “Aku juga nggak tahu kenapa aku bisa seperti ini, kau juga bingung. Semenjak aku suka sama dia, perasaanku jadi aneh” ujar Dygta sambil menyerahkan satu gelas jus jeruk kepadaku.
            “Lo aneh ya! Seperti orang kemasukan jin diam, kenapa ketika kamu menyukai Syareeva saja kamu menjadi sok-sok seperti ini?”
            “Aku juga nggak mengerti Vind. Entah mengapa aku merasa kali ini aku sangat menginginkan seorang wanita untuk….”
            “Untuk memuaskan nafsu?” potongku cepat.
            “Palakmu, kebiasaan suka motong pembicaraan orang. Udah gitu viktor lagi. Maksud aku tuh baru kali ini aku merasa sangat menginginkan seorang wanita untuk aku sayangi setulus hati”.
            “Ceileh, sok romantis lo. Tapi baguslah, paling tidak kamu bisa mengerti bagaiana menyukai seorang wanita yang disebabkan perasaan hati, daripada suka sama wanita karena gairahmu yang timbul akibat keseksiannya. Well, baguslah”.
            “Dari tadi lo kerjaannya meledek melulu. Bilang kalau mau bantu aku kek, apa kek”.
            “Iya deh, aku bantu kamu untuk mendapatkan Syareeva. Tapi aku heran deh, kenapa kamu bisa suka sama dia? Apa alasannya?”.
            “Hmm.. apa ya? Dia itu baik, cantik, putih, orangnya asyik walaupun agak pendiam, tapi yang penting ituloh…sexy. Bohay abis!”.
            “Tuhkan penyakit boroknya datang lagi. Baru aja nyebutin untuk serius. Muke lo bejat” ledekku.
            “Iye be. Cuma becanda, ehh tapi lo bener mau bantu akukan?”.
            “Yah untuk sekedar mengecap sedikit kecantikan dan keseksiannya sih…boleh juga”. Jawabku dengan sedikit tersenyum.
            “Nggak mungkin, aku yakin kamu bukan seorang pengkhianat. Walaupun kamu Cuma becanda, aku yakin kamu nggak akan berbuat seperti itu padaku”.
            “Ya iyalah, aku bukan orang yang seperti itu. Pegang janji aku”
            Pastinya yang ada dipikiranku sekarang ini adalah Dygta temanku. Masa sih aku mau mengkhianati dia. Lagian siapa juga yang suka sama Syareeva. Imposibble banget. Secara kita berdua kuarang dekat, palingan kalau ngobrol yang nggak penting-penting banget dan yang paling penting di dalam hati ini aku masih memendam rasa suka dan sayangku kepada Yuni, cintaku pada pandangan pertama. Aku bukan tipe orang yang seperti Dygta, bisa mencintai dua orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Kata hatiku sekarang ini masih menyebutkan kata Yuni dengan jelas. Bukan Syareeva, dan mungkin sama sekali tidak akan pernah terjadi. Teman lebih penting bagiku daripada hal lain yang dapat merusak persahabatan.

***

Aku masih teringat dengan pernyataan Dygta tadi siang tentang keseriusannya menyukai Syareeva. Aku tertawa sejadi-jadinya di atas tempat tidurku. Yang kutertawakan itu bukannya karena ia jatuh cinta dengan seorang yang bernama Syareeva, tapi sikapnya yang berubah ketika jatuh cinta dengan Syareeva. Seperti orang sarap yang oonnya minta ampun ditanbah sok ke”lebay”an. Asli bukan dia banget. Biasanya kalau dia sudah kenal atau jatuh cinta sama cewek, gete’nya tidak ketolongan, bukannya diam salah tingkah malahan semakin bergairah. Aku jadi semakin heran. Sulap apa yang Syareeva pakai sehingga bisa membuat Dygta menjadi seperti itu. Apa kecantikannya, keseksiannya atau kebaikan dan keanggunannya. Entahlah? Semakin aku memikirkannya semakin bertambah bingung kepala ini. Pastinya yang aku tahu bahwa Syareeva sosok wanita yang sudah berhasil merubah imagenya yang dulu tomboy minta ampun menjadi seorang wanita anggun pembius para pria.
Malam makin bertambah larut, dinginnya udara dari luarpun sangat menyerang tubuh. Aku memang sudah agak mengantuk, rasanya kalau tubuh ini di baringkan sebentar mungkin sudah terlelap. Tiba-tiba saja aku teringat wajah Yuni. Wajah yang kini mengisi hatiku kembali. Mengingatnya semakin membuatku ingin cepat-cepat menyongsong pagi, ingin benar-benar melihat wajahnya secara nyata sedang turun dari bis kota dan berjalan di sepanjang koridor sekolah.
“Beep”. HPku berbunyi. Ada sms yang nasuk. Kuambil HPku yang ada di atas meja komputerku. Kubuka, ternyata dari Dygta:

“Bule Imposibble, lagi ngapain lo? Aku nggak bisa tidur nih, kepikiran Syareeva terus”

Kubalas smsnya. Kamipun berdialog lewat sms.

“Belum JAT, kenapa lo kepikiran Syareeva? Kepikiran apa?”
“Kepikiran kapan aku bisa ML dengannya. Ha….ha…”
“Emang lo ya manusia bejat, nggak bisa sehari nggak lepas dari pikiran-pikiran seperti itu. Eh kalau aku ya, cewek yang aku suka nggak bakalan pernah kupikirkan seperti itu”.
“Alah, jaim banget sih lo men. Biasa aja kali”.
“Bukannya gitu, orang yang kita cintai itu asset, masa mau kita apa-apain sebelum waktunya?”
“Iya kalau sampe nanti. Kalau enggak, rugi dong nggak dapat apa-apa”.
“Ah, payah lo. Berarti lo memang masih maen-maen dengan Eva”.
“Ya nggak lah fren, aku benar-benar kok”.
“Gitu dong. Kasihan kan Eva lo mainin. Eh ngomong-ngomong, kapan lo mau datengin Yuni untuk cari informasi? Sekali lo lagi jatuh cinta aja janji dengan aku dilupakan!”
“Iya aku ingat, lusa deh aku janji mau datengin dia. Tapi kamu juga harus usaha sendiri juga. Jangan semua juga yang harus aku handle”.
‘Ya iyalah…masak ya Habibie ya nurul ‘ain. Lagu arab kali”.
“Oke deh kalau begitu. Aku mau tidur dulu, lo tu tidur. Jangan suka sendirian malam-malam, ntar pikiran lo tambah jorok”.
“Yang ada lo kali ganggu aku yang mau tidur”.

Aku menyimpan HPku kembali ke atas meja computer. Rasanya mataku sudah tinggal tiga watt lagi. Sebelum aku tidur, kusempatkan aku melihat pemandangan di luar jendela. Banyak sekali bintang yang bertaburan dilangit, seperti taman bintang. Kutatapi hamparan pemandangan yang terindah di alam itu dengan seksama. Aku merasakan kedamaian di hati, rasa cinta di hati ini seolah terasa terisi penuh kembali. Entah dengan siapa, aku juga kabur yang penting hati ini terasa penuh sesak. Penuh sesak oleh merahnya cinta. aku terkesima dengan pemandangannya, aku membayangkan bahwa ada wajah yang terlukis ole banyaknya bintang. Awalnya wajah itu kabur karena berpendar oleh cahaya bintang. Lama-kelamaan, gambaran wajah itu semakin jelas. Kulihat dengan teliti. Aku terkejut bukan main.
“SYAREEVA” teriakku halus.
Karena aku terkejut karena gambaran wajah itu, aku menutup jendela kamarku dan berlari menuju tempat tidurku.
“Ya Tuhan! Apa yang kupikirkan. Kenapa wajah Syareeva yang muncul?” ucapku heran.
Aku tidak mencintainya kenapa aku melihat wajahnya! Aku menjadi takut sekali.
“Tenang Vindra, itu Cuma perasaanmu saja. non sense. Lagipula yang suka sama Syareeva bukannya aku tetapi Dygta. Aku tidak boleh sekali-kali merebutnya dari Dygta. Lagipula aku sedang jatuh cinta lagi dengan Yuni. Ya nggak mungkinlah!” hiburku.
Aku mengantuk sekali. Baru saja aku merebahkan tubuhku, aku mulai terpejam. Tertidur dengan membawa bayang wajah Yuni di dalam pikiranku, bukan bayangan yang baru saja aku lihat. Bayangan Syareeva. Hal ini harus kulakukan. Bisa dibilang terpaksa dan demi…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekologi Mikroba (Bakteri) Pada Rumen Hewan Ruminansia

Oleh: Hendra Nosih Andrianto, Rikhsan Kurniatuhadi Magister Biologi, Universitas Diponegoro, Semarang, 2012 Rumen merupakan salah satu bentuk ekosistem yang terdapat pada sistem digesti hewan ruminansia. Rumen merupakan satu ekosistem ialah sistem ekologi yang di dalamnya terdapat komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. Uunsur biotik dalam rumen antara lain bakteri, protozoa, jamur, kapang dan lain-lain dari berbagai spesies dan unsur abiotik dalam rumen antara lain air, protein, serat kasar, mineral, vitamin, gas, bahan sumber zat makanan dan beberapa isi rumen lainnya yang semuanya direndam dalam cairan rumen. Di dalam ekosistem ini terjadi variasi interaksi antara lain antar unsur biotik, antara unsur biotik dengan unsur abiotik, serta interaksi antar unsur abiotik itu sendiri. Gambar 1 . Ekosistem Rumen Hewan Ruminansia (Watteaux dan Armentanno, 2008). Salah satu bentuk kehidupan yang sangat komplek dalam hal penyusun suatu ekosistem rumen adalah m...

Apa itu Single Cell Protein -SCP?

Protein sel tunggal mengacu pada minyak mentah, protein yang dimurnikan atau dimakan yang diekstraksi dari kultur mikroba murni, mati, atau biomassa sel kering. Mereka dapat digunakan sebagai suplemen protein untuk manusia atau hewan. Mikroorganisme seperti alga, jamur, ragi, dan bakteri memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dalam biomassa mereka. Mikroba ini dapat ditanam menggunakan substrat murah seperti limbah pertanian, serutan kayu, serbuk gergaji, tongkol jagung dan bahkan limbah manusia dan hewan Mikroorganisme memanfaatkan karbon dan nitrogen yang ada dalam material ini dan mengubahnya menjadi protein berkualitas tinggi yang dapat digunakan sebagai suplemen dalam pakan manusia dan hewan. Protein sel tunggal dapat dengan mudah digunakan sebagai makanan ternak untuk mencapai penggemukan anak sapi, babi, dalam pembibitan ikan dan bahkan dalam Peternakan - Peternakan Unggas dan Ternak. Single Cell Protein (SCP) menawarkan solusi tidak konvensional tetapi masuk ...

Mitokondria dan Kloroplas

Apa itu Mitokondria ? Mitokondria (singular, mitokondria) sering disebut "powerhouse" atau pabrik energi sel. Tugas mereka adalah membuat pasokan adenosin trifosfat (ATP), molekul pembawa energi utama sel. Proses pembuatan ATP menggunakan energi kimia dari bahan bakar seperti gula disebut respirasi seluler, dan banyak langkahnya terjadi di dalam mitokondria. Mitokondria ,  kondriosom  ( bahasa Inggris :  chondriosome, mitochondrion, plural:mitochondria ) yaitu  organel  tempat berlangsungnya fungsi  respirasi   sel   makhluk hidup , selain fungsi seluler lain, seperti  metabolisme   asam lemak ,  biosintesis   pirimidina ,  homeostasis   kalsium , transduksi sinyal seluler, dan penghasil  energi [1] . Mitokondria mempunyai  dua lapisan membran , yaitu lapisan membran luar dan lapisan membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering disebut dengan  cristae . D...

SEGITIGA (BAB 5)

Tembok Ke Empat Malam ini terasa biasa-biasa saja. Tidak ada yang nampak bintang-bintang yang terhampar bebas. Hanya beberapa bintang saja yang nampak bersinar terang. Dan terus terang, sampai detik ini rasa penasaran masih bercokol di pikranku. Rasa penasaran dangan alas an Yuni yang menolak cintaku untuk kedua kalinya kemaren siang. Rasanya aneh saja, penghalang bersatunya kami satu tahun yang lalu rasanya sudah musnah. Reana yang yang tidak menyetujui hubunganku dengannya sudah pindah sekolah, jauh di luar Kalimantan Barat. Itukan tandanya tidak ada lagi penghalang bagi Yuni untuk menerimaku karena aku yakin ia juga sebenarnya masih mencintaiku. “Apa ini semua berhubungan dengan perubahan pada dirinya ya? Perubahan penampilan yang lebih agamis!” pikirku sambil mondar-mandir nggak jelas di teras rumah. Aku berhenti dan aku pandangi langit. Memang benar-benar tidak ada yang special di malam ini, persis seperti halnya yang terjadi di hatiku. Walaupun kemaren siang aku dito...

Ayo ikuti Lomba Blog UNTAN 2020

Universitas Tanjungpura